AYAHASI: A Small Surprise that become Phenomenal Action! – Discover the undiscover –

“Happy Belated Birthday @ID_AyahASI”

***

Ayah begitu berperan dalam praktek pemberian ASI dan Menyusui. Serial twit tentang hal ini, pertama kali saya share menggunakan hashtag #AyahASI, lebih dari 2 tahun lalu.

Saat itu ibu-ibu langsung meretweet dengan me-mention para suaminya. Of course! Happy banget saya. Dan selalu berharap tweets itu betulan dibaca oleh para ayah, dan mengubah sedikit demi sedikit mindset mereka untuk mendukung istrinya dalam aksi, dan cari tahu lebih banyak tentang perannya.

***

Terus terang dulu saya agak bingung, bagaimana caranya mengajak para ayah agar dapat ikut berperan mengurus anak secara hands-on, dan mendukung full istrinya memberikan ASI, tanpa terkesan menasihati/menggurui, karena ayah adalah laki-laki dan mereka punya ego. Dan tanpa mengesampingkan ayah adalah ayah.

Because, I do believe that deep inside, fathers are rooting for more information, not only on raising and nurturing kid, but also breastfeeding. They have always wanted to be involved but don’t know what, don’t know when, and don’t know how (to start).

***

Anyway, saat itu juga ternyata, ada satu ayah meretweet polos, tidak ditambah mention, tidak dikomen, dan tidak tambahin smiley. Hmmm, I wondered..  what was in his mind?
Whatever, I was glad!

Tidak lama, bermunculan di TL saya hasil retweet-an ke-2, ke-3, ke-4, ke-5, ke-6 dst. Catet, semua ayah. I was thinking, “hey, banyak yang merasa tercolek nih” *smile*. Saya pun dengan cepat mengumpulkan akun-akun twitter para ayah yang memention, tentu dalam 1 tweet. Gunanya, tidak lain tidak bukan, biar atleast pemikiran seperti ini: “eh gw gak sendirian ternyata yah!” ada, dan membuat mereka mau bergerak.

Sempat berpikir, “apakah mereka mau kopdar?” Awkward gak ya? Para ayah diajak ketemuan, dan ngomongin ASI pulak. Hihihih.. Nothing to lose saja lah, saya pikir saat itu. Toh kalau diajak dan tidak datang ya tidak apa. Kalau datang, it’ll be so great.

…. And I did it. Invited them to have kopdar.

So there you go, I just witnessed the biggest interest of all time. I just discovered the biggest secret of all time – Dads DO want to interfere. Dads DO care about breastfeeding! SURPRISE!!!!

Next. Kopdar.

****

I was sitting in a café with @siraitbunga, my good friend, an excellent writer and was pregnant that time. She was eager pushing me to write a book about breastfeeding, in a simple, casual and a unique way. I was of course as eager as her; I guess she successfully influenced me to write. Excitedly, we met and talked. After a couple meeting and couple cups of tea, Bunga introduced me to her friend, who could add a creative value to our book and who was a new father too, @bangaip.

Another afternoon, the three of us, sitting in a table and discussed excitedly on the role of father in breastfeeding, which might be a cool theme for the book. To check whether this is a sexy topic, I triggered it with some tweets. Yes proved, it is sexy! Let’s meet up!

***

Kopdar. My mission that time was, to listen and discover as many as great stories and experiences. Just to get more ideas.

Disinilah saya pertama kali bertemu dengan the great, the full of eagerness, and the against mainstream fathers,  @siadit, @sipandu, @a_rahmathidayat, @shafiqpontoh, @ernestprakasa dan @harkun07. Yes, dengan cepat @bangAip, dan suami dari @siraitBunga, Alan, pun mingle.

Don’t ask, the meeting was a gift from God. It was superb. All fathers back and forth were telling their funny, cute, bitter, sweet stories on supporting their wives. While the ladies in the room, @siraitBunga, @housniati and I @dibamommy just mesmerized by the diversity of their experiences. For the first time in my life, and I bet in Bunga and Nia’s life too, we, the ladies were the ones who were being the listeners on talking about breastfeeding. How awkward, but at the same time, how incredible!

That night, I was becoming surer about one thing. Nobody could tell stories on the role of fathers in breastfeeding, except the fathers themselves!

****

Next I heard, they formed a BBgroup, full of fathers support breastfeeding. Yes, they are the amazing 8 dads: Adit, Pandu, Rahmat, Shafiq, Ernest, Aip, @dipaaa dan @sisogi.

I admit, I created devils that day. But, the idea of writing book on sharing experience about how fathers support breastfeeding from father’s point of view, was GENIUS!

Superb. Extra Ordinary. Unusual. Epiiiiiiiiic!

I remembered telling this to Aip, “buku elo dkk no doubt akan menjadi hits. Cerita-cerita nyata dalam buku ini luar biasa akan mengubah pandangan banyak orang tentang menyusui. Ibu-ibu akan jejeritan minta tanda tangan elo semua deh… hahahhaha!!

****

I was standing in the hotel lobby in Bandung when two breastfriends introduced me to 3 guys, and all of them were mimin twitter AyahASI from 3 different cities. Mereka sengaja travel jauh-jauh ke Jakarta & Bandung untuk mengikuti kuis dan datang ke pemiliday yang dilaksanakan 3 hari ke depan. How incredible is that? Semangatnya tidak kalah dengan para ibu-ibu yang ber-musyawarah nASIonal AIMI. Again, I’m speechless.

Saya ingat, di pertemuan yang sangat singkat itu, saya sampaikan bahwa komunitas AyahASI ini adalah gerakan FENOMENAL!! How can not? Dalam sekejap, komunitas mereka ada di hampir seluruh kota di Indonesia. Appear in so many media and events. Dan ini nih yang paling gress, mereka KOMPAK banget!

Can you count, how much impact they have made? TONS!

They DO support Breastfeeding. No doubt!

***

Kalau ditilik lagi ke belakang, mendukung ibu-bayi dalam pemberian ASI sudah sangat familiar dilakukan oleh para ayah dalam bentuk yang beragam. Merawat bersama, take turns in working (beberapa negara punya cuti untuk ayah ketika pasangannya paska melahirkan), play roles misalnya menggendong, menjaga, menidurkan bayi, dst. Terbukti, rata-rata ibu yang sukses memberikan ASI secara berkesinambungan, dibelakangnya ada pengaruh keputusan dari ayah[1]. Satu lagi, sikap positif yang ditunjukan oleh ayah selama pemberian ASI, meningkatkan durASI lamanya menyusui loh[2].

As simple as this, jika ayah percaya bahwa menyusui baik untuk bayinya, baik untuk menjaga bonding, dan baik untuk kesehatannya, maka niat si ibu akan menjadi besar untuk menyusui. Sebaliknya, jika ayah percaya bahwa menyusui merusak bentuk payudara dan mengganggu hubungan sex, maka niat si ibu tentu lebih besar untuk memberikan susu formula.[3] Hihihihi ada yang merasa kecolek?

Selama ini, kalau saya mengajar Kelas edukASI AIMI atau berbagi di forum apapun yang ada kehadiran ayah, biasanya ketika sesi pertanyaan, malah banyak pertanyaan yang berasal dari ayah. Saya hanya berhipotesa saja, mungkin selama ini, topik menyusui selalu dikaitkan dengan ibu dan menjadi role nya ibu saja, apalagi kita dari timur, sudah culture-nya susu-menyusui merupakan kodrat ibu semata. Sehingga ayah menjadi underdog, atau kerennya, the guy next door lah! Padahal, they craving to know about it so bad! Hahahaha…

Nah, ternyata, jika ayah ikutan mengambil dan mengikuti serta menyimak 2 jam saja kelas edukASI mengenai pemberian ASI ketika pre-natal, 74% ibu melakukan IMD! Kalau ayahnya cuek aja, 41% ibu IMD[4]. Beda jauh kan?

Try this deh Ayah. Suara berat dan dalam yang hanya dimiliki oleh laki-laki bisa memberikan ketenangan pada bayi loh! Bernyanyi (or bersenandung aja deh kalau merasa pitch control nya kurang hehehe), atau sekedar berbicara dengan bayinya. Sambil, menempelkannya di dada ayah yang bidang dan datar, karena bayi akan merasakan kenyamanan sehingga mudah tertidur. Ayah juga bisa sambil berbaring di sofa depan tv.[5] Hal ini bisa dipraktekkan ketika bayi rewel, setelah disusui tetap sulit tertidur atau masih fussy. So ayah, ambil alih ya!

***

To all 8-breastmate who successfully wrote HITS book, thank you for taking action, salut sama inisiatif dan movement2nya! Lebih salut lagi to all the wives behind them, @yuliaindriati, @rennjes @adamayanti, @millyshafiq, @meiraa_, @mbaknucky, @tanteisye, dan @sessaxuanthi yang menjadi inspirASI dibalik buku AyahASI.

Berharap berat, komunitas ayahASI tidak hanya menjadi national-komunitas tapi juga, suatu national movement. Selalu membuat cara KREATIF untuk mengedukASI. Or, yang sudah selalu dilakukan via twitter khususnya, yaitu membahas menyusui dan sekitarnya secara purely dari sisi pandang laki-laki, membuat topik ini jadi tidak kaku dan tabu. THANK YOU for that!

Terus terang, bangga dan gak bisa berkata-kata, kalau melihat (langsung atau foto) para ayah berkumpul dan semangat sekali mendukung menyusui. Sumpah speechless.

I’m waiting for more of your books, gebrakan, and let’s continue supporting, protecting and promoting breastfeeding together. Hand in hand.

So breastpals, thank you for being there.

It’s an honored to know you all.

IMG_2414_r
That one night at the cafe, the first meeting that form such a solid group.
ki-ka: @housniati, @siadit, @sipandu, @siraitbunga, Alan (bunga’s husband), @dibamommy, @a_rahmathidayat, @shafiqpontoh, @ernestprakasa, @bangaip, @harkun07
Photo Courtesy: @dibamommy
ayahasi2
PemiliDay: Ajang kumpul Ayah ASI bersama keluarganya. This is so cool! Phenomenal!
Photo Courtesy: @ID_AyahASI
ayahasi1
Keluarga Besar 8 Ayah ASI. Lovely picture! Selalu senang melihat mereka yang kompak, sa’ istri2nya, sa’ anak2nya… *bowing
Photo Courtesy: @ID_AyahASI

PS: ini kultwit dengan hasgtag #ayahASI pertama kali, 05 April 2011 http://www.facebook.com/notes/farahdibha-tenrilemba/kultwit-ayahasi-5-april-2011/10150151152964536



[1] Scott et al, 2001

[2] Swanson & Power, 2005; Arora et al, 2000; Bromberg & Darby, 1997

[3] Freed et al, 1993

[4] Wolfberg et al, 2004

[5] Jack Newman, 2008

5 thoughts on “AYAHASI: A Small Surprise that become Phenomenal Action! – Discover the undiscover –”

  1. Kereeen… Setuju banget tentang ketenangan bayi berbaring di dada ayah. Aku merasa anakku lebih mudah ditidurkan oleh ayahnya ketimbang aku sendiri. Aku bahkan belum pernah berhasil menidurkan anak tanpa nenen. Tapi kalau sm ayahnya, cukup sholawat atau senandung ringan, atau sekedar menggoyang2 kaki tempat anakku berpangku.

    1. thank you sudah membaca mbak. the power of father yah ternyatah… salam hangat untuk keluarga :)
      Diba

  2. Keren bgt tulisannya,dibaaa..entah knapa smp terharu bacanya..ayah baby emang punya pngaruh besar utk bisa full asi yaaa..alhamdulillah suami gw ngdukung bgt..tp gw tetep mau nyuruh dia baca tulisan lo ini..bagus,dib..

    1. am glad you like it. please do share to not only your hubby but also others yaaa… keep breastfeeding dear! :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>